Kusimpan Engkau di Laci Hati
Aku menulis lagi, tapi kali ini pena hatiku tak lagi mengeja tentang kamu. Telah kubenahi semua. Kusimpan di laci hati. Kelak bisa jadi, entah sengaja atau tidak, laci itu kembali kubuka dan akan ada yang tiba-tiba berkelebat dikepala. Tapi semoga saja saat itu terjadi, aku sudah benar-benar sembuh dari luka dan mengingatmu sudah bukan apa-apa. Biasa saja.