Posts

Showing posts from 2014

Tujuh Hari Dipeluk Merapi

Image
sumber                 Desember menapaki hari pertamanya, dan hujan tentu akan jadi cuaca yang biasa untuk kedepan. Gerimis kala itu mengiringi kami berdelapan ke Merapi. Jeri, Olan, Miftah, Arif, Lisma, Ulfa, Nisa, dan saya; peserta basic camping 28 Mapalaska.        Kakak-kakak senior, yang kami panggil instruktur, membawa kami tujuh hari lamanya di belantara itu. 4 hari hidup dengan membiarkan helai-helai mie instant mengisi perut, dan 3 hari survival dengan terpaksa memakan ular, kadal, dan cacing. 7 hari yang dibumbui push up dan sit up. 7 hari yang gigil dan bau, perih luka baret sana-sini. 7 hari yang membuka semuanya, membuat keluarga baru kami saling memahami. 7 hari yang tanpa gambar, tapi akan abadi di kepala dan hati kami. Semua terekam jelas di kepala, di kaki merapi.

(Fiksi) Menjemput Ibu

Image
sumber gambar "Ayah, ini sudah hampir petang, kita pulang, ya?" ini entah yang keberapa kalinya aku mengajak ayah pulang, tapi nampaknya ia belum juga mau beranjak. "Sebentar lagi, ya. Lagipula malah asyik   to nduk   kalau   kita di sini sampai malam" benar, ayah belum mau pulang. Padahal sudah sejak pagi aku mengantar ayah ke stasiun untuk menjemput ibu, tapi ibu tak juga nampak keluar dari gerbong kereta manapun yang kami perhatikan seharian ini. " Nduk, dulu, waktu ayah sama ibumu masih muda, ibumu selalu senang diajak jalan kaki malam-malam. Dia senang lihat lampu-lampu sepanjang jalan." Ayah memulai ceritanya. Seperti biasa, matanya selalu berbinar ketika bercerita soal ibu. Sebenarnya ayah sudah sering sekali menceritakan hari-harinya waktu muda bersama ibu, aku sampai hafal, tapi biarlah. Mendengar suara tuanya bercerita bagiku masih menyenangkan meski ceritanya itu-itu saja. “Iya ayah, aku juga senang lihat lampu-lampu di ...

(Fiksi) Temu Berikutnya

Image
9images.com                     Sore yang tenang, satu dua rintik gerimis tampias membasahi kaca bus yang kutumpangi. Alunan lagu-lagu Payung Teduh reflek membuatku lirih bersenandung, ditengah deru mesin yang menyala sejak beberapa menit lalu, nampaknya sang sopir sengaja memanaskan mesinnya sebelum mengantar kami beranjak pulang. Pulang yang nantinya, akan menarikku untuk selalu kembali. "Suka Payung Teduh juga?" Tanya lelaki yang tiba-tiba ada di hadapanku, aku tidak tahu sejak kapan ia memperhatikan. "eh, lumayan"  jawabku sekenanya, canggung. "sama dong!”  lelaki itu tersenyum lebar, raut wajahnya cukup ramah untuk orang yang baru kenal, bukan mencurigakan, rautnya justru menyenangkan. "Oh ya?apa yang bikin kamu suka?" "Ya...karena enak didenger aja, teduh. Kalau kamu? "  "mm....entah, they just stole my heart with their lyrics" "hahaha   apalagi bag...

Sampai Jumpa, Teman-Teman TEKAJE2!

Image
*Kelas Sistem ruang disekolah kami kan moving class gitu ya, jadi tiap ganti jam pelajaran trus mau ulangan, lari-lari deh kami, pokoknya yang paling lamban berati penghuni meja paling depan. Tragisnya, kata orang, posisi paling depan akan membawamu ke peringkat paling belakang. Tapi kayaknya itu takhayul. Aku kan selalu duduk dibelakang tapi kok rangkingnya…..(sebagian teks hilang) Tiap jam kosong, anak laki-laki selalu berubah jadi grup lawak kayak OVJ dan anak perempuan tiba-tiba jadi host setajam Silet. Kecuali Nurna dan Rinda yang selalu berbusa busa ngomongin oppa korea. Atau mbak Siti, Rindut, mbak Atun, dan Malia yang…aku nggak tau sih mereka ngomongin apa, aku nggak tertarik nyimak karna seringnya mereka tetep bahas pelajaran dijam kosong. Bukan topik yang aku banget hahaha Mukhri dan Raka yang selalu usil. Ernest ketua kelas orde baru yang berkuasa dari masuk sampai lulus, Muhammad Grup yang wira wiri bawa stick PS, dan banyakkk lagi orang aneh lain. Pokoknya satu kelas cuma ...