(Fiksi) Menjemput Ibu
sumber gambar "Ayah, ini sudah hampir petang, kita pulang, ya?" ini entah yang keberapa kalinya aku mengajak ayah pulang, tapi nampaknya ia belum juga mau beranjak. "Sebentar lagi, ya. Lagipula malah asyik to nduk kalau kita di sini sampai malam" benar, ayah belum mau pulang. Padahal sudah sejak pagi aku mengantar ayah ke stasiun untuk menjemput ibu, tapi ibu tak juga nampak keluar dari gerbong kereta manapun yang kami perhatikan seharian ini. " Nduk, dulu, waktu ayah sama ibumu masih muda, ibumu selalu senang diajak jalan kaki malam-malam. Dia senang lihat lampu-lampu sepanjang jalan." Ayah memulai ceritanya. Seperti biasa, matanya selalu berbinar ketika bercerita soal ibu. Sebenarnya ayah sudah sering sekali menceritakan hari-harinya waktu muda bersama ibu, aku sampai hafal, tapi biarlah. Mendengar suara tuanya bercerita bagiku masih menyenangkan meski ceritanya itu-itu saja. “Iya ayah, aku juga senang lihat lampu-lampu di ...