Posts

Showing posts from October, 2025

Seorang Kawan dari Medan

Kalau kamu pernah tinggal di Jogja, kamu barangkali setuju bahwa jalanan di kota ini ajaib selepas hujan. Saat basah, entah bagaimana, tiap sudutnya menjelma cermin . Ia memantulkan  kelebat-kelebat  hari lalu , kadang  terang dan bising, kadang muram dan hening. Aku nggak tau gambaran mana yang muncul di kepala Omplong waktu kemarin pulang ke sini, atau mungkin   justru  nggak ada  sama sekali sebab   d ia nggak cukup sentimentil perkara begituan. (Oh, aku menyebut kedatangannya dengan ‘pulang’ agar ia tau ia selalu boleh menganggap tempat ini sebagai rumah.) Konon, manusia memang lahir dengan pilihan. Tapi ada yang namanya  “ketarik showroom” , istilah  Yunani  buat orang yang merantau lalu dipaksa pulang. Umumnya, itu nasib yang melekat buat orang-orang yang lahir sebagai anak terakhir.  Jaga rumah, ngurus orang tua, melanjutkan bisnis keluarga, atau satu dua alasan lain.  Nah, nasib inilah yang menimpa Omplong, kawanku dari...