Posts

Showing posts from October, 2013

(Fiksi) Cincin Tua

Image
Aku sudah kehabisan akal menolak lamaran laki-laki aneh ini. Berkali-kali kubilang aku telah memiliki pasangan, berkali-kali ia datang berharap aku telah berubah pikiran. Seminggu yang lalu, aku bertemu dengannya di toko perhiasan tempat kakakku bekerja. Lebih tepatnya, dia membuntutiku. Di depan banyak orang dia memaksaku menerima lamarannya, menawarkanku berbagai macam cincin. Gila, dia pikir aku akan terima hanya karena ia kaya? Aku teringat cerita kakakku mengenai cincin turun temurun yang dipakai bosnya di toko tempatnya bekerja. Itu cincin sudah dari zaman neneknya, tak mungkin ada yang masih membuatnya sekarang ini. Jadi aku minta saja dia memberikan cincin persis yang seperti itu, cincin lama, bukan baru.  “Aku hanya ingin cincin seperti yang dipakai pemilik toko emas itu, baru aku akan menerimamu. Titik!” Sialnya, dia bahkan tidak menyerah, tanpa kuduga, ternyata dia nekat bertanya pada pemilik toko emas itu. Katanya, saking lawasnya cincin itu bahk...

Foto Buku Kelulusan di Gunung Api Purba

Image
Jadi, kemarin Minggu pas tanggal 20 Oktober kan ada rencana mau foto buat buku tahunan gitu ya, di Gunung Api Purba namanya, iya di gunung kidul jauuh. janjinya sih kumpul di sekolahan jam setengah 7, tapi ya begitulah. yaaa be gi tu lah -,- #KarenaNgaretAdalahTepatWaktuYangTertunda Akhirnya baru pada kumpul jam setengah lapan atau jam lapan ya lupa, pokoknya jam segitulah. sayangnya, Raka nggak bisa ikut karna ada acara, trus Ucupnya sakiiit jadi ngga bisa ikut juga, nanti fotonya sendiri aja yaa Ucup diedit disempilin yaa hehe Trus cuuuus otw gunung kidul, karena medannya lumayan nggak mulus, meliak liuk gitu ya kan serem jadi yang cewek diboncengin aja. aku bonceng kiwil. dan, perjalanannya payah. iya masa ada polisi, ada rajia apa apaa gitu namanya. akutu kok takut ya sama polisi, padahal nggak maling :/ nah masalahnya kiwil ini badan aja gede, tapi belum cukup umur buat punya sim. yaudah, lupakan duit 40 ribu yang dipake bayar denda, eh tapi aku baru tau kata ...

(Fiksi) Malaikatku Pulang

Image
Saat ini rasanya lelah sekali, air mataku sudah habis setelah semalaman aku tak henti menangis, entah berapa kali pula tangisku diiringi acara pingsan. Pukul setengah delapan pagi, itu berarti setengah jam lagi acara pemakaman akan dimulai. Para pelayatpun makin ramai berdatangan, wajah-wajah duka itu, ucapan-ucapan bela sungkawa, semua justru merubuhkan kuatku. Bukan tak berterima kasih, hanya saja semakin melihat dan mendengarnya semakin sakit pula dadaku. Lamat-lamat kupandangi wajah lembut malaikat kesayangan di hadapanku. “Bangunlah, Nak…” “Bangunlah meski dalam hidupmu, Ibu harus jadi satu-satunya yang kau benci, bangunlah…”   tangisku lagi-lagi pecah, tak henti kuusap wajah cantik milik putriku. Sulit sekali rasanya mencoba kuat, mencoba agar jangan sampai membiarkan air mataku menjatuhi malaikat di hadapanku ini, sebab bagiku, kehilangannya sama saja membuatku kehilangan diri sendiri. Sedang gigil yang menyergap ini, entah bagaimana bisa, pergi...

belajar

Yang hari ini agak menyakitkan sebenarnya, tapi tak apa. Mungkin karna belum bisa jadi teman yang baik, makanya diperlakukan kurang baik. belajar dari sakitnya, kelak jangan berlaku hal yang sama ke orang lain :')

sudah mau lulus

Image
kelak pasti rindu moment-moment seperti ini :')