Mengantar Matahari Pulang

              Aku mengendarai motor dengah kecepatan tinggi dari Sewon-Uwin, lantas berlarian menuju lantai empat perpustakaan, berbuat usil supaya Bapak-bapak yang sudah lebih dulu menempati sudut kesuakaanku akhirnya mengalah pergi. Saat kemarau, dari sini matahari akan nampak indah sekali. Bulat dan kemerahan--seperti telur mata sapi.
Aku ingin mengabadikannya dan menunjukkan padamu kalau-kalau besok kita bertemu. Sayang kali ini aku terlewat, matahari sudah pulang.

          Sudahlah, ini saja kutunjukkan matahari dalam perjalanan pulang yang kupotret dari pinggir jalan. Mengantar matahari pulang dari sini mungkin bisa lain waktu. Mungkin bisa bersamamu.



Comments