Maybe in Another Lifetime
Sore ini, setelah tiga bulan hidup seadanya sama kami, Dapit pulang ke rumah baru. Begitulah hari-hari menyenangkan, selalu terasa lebih singkat dari kelebat.
Dapit anjing yang manis. Dia sayang semua orang. Telinganya turun naik dan ekornya tak henti di kibas-kibas. Ia menyentuh semua yang ia temui dan ingin bermain dengan semua yang ia sentuh. Dia lari ke arahku tiap aku datang, memunculkan rasa hangat yang asing di dada kiriku.
Tiap kakinya terinjak, atau anak-anak iseng, dia menangis dan mengadu dengan mata yang percaya seolah aku dapat menolongnya. Padahal, sejauh ini, dia yang menyelamatkanku dari perasaan dipunggungi dan dorongan untuk menepi. Aku sungguh berterima kasih ke dia untuk itu. Selamanya aku akan mengingat perasaan ini.
Sampai bertemu lagi nanti-nanti, awan kecil yang berloncatan, yang menangis dan mendengkur dengan gemas. Kalau ketemu lagi di kehidupan lain, kita makan enak sama-sama, ya!!💛

Comments