Menikah Dengan Bantal

 Mungkin hidup semua orang, akan lebih mudah jika kita boleh menikah dengan bantal yang menyangga kepala kita tiap malam”—kata Norman Erikson, di bukunya yang aku lupa apa judulnya.


Ya, kuharap semua orang, termasuk kamu dan aku, menemukan ia yang turut mengamini doa-doa, menyimpan aroma shampoo yang kita sukai, merindukan kita di siang hari, menyerap keringat, liur, dan air mata, sambil berbisik ke telinga kita di malam yang murung; ‘berbahagialah...berbahagialah’.

Comments

Baca Juga:

Malam Jatuh di Surabaya

Selamat Buat Pernikahanmu, Ndul!

Seorang Kawan dari Medan

Dari Aan Mansyur