Hemingway Si Paling Sial

Setiap mulai ada perasaan kamu dijahati semesta sebab ia menjadikanmu manusia paling sial, ingatlah bahwa barangkali kamu hanya di urutan ke dua. Kamu bukan yang paling sial sedunia.

Sebab manusia ultra sial macam apa, selain Hemingway, yang bisa-bisanya kejatahan mengalami dua kali kecelakaan pesawat dalam sekali hidup?


Salah satu dari kecelakaan itu bahkan tidak hanya meninggalkan nyeri dan luka di tubuh, tetapi juga merenggut separuh jiwanya. Kupikir, setidaknya tumbuh dewasa dengan orang tua yang begitu jauh dari konsep parenting kekinian telah melatihnya jadi mahir menghadapi getir. Rupanya, sesering apapun menghadapinya, tiap luka punya sakit yang berbeda. Ia selamat dari maut tetapi hidup dengan membawa rasa sakit kemana-mana. Hari ke hari yang dijalani barangkali cuma soal perpanjangan, bukan hadiah, bukan kemenangan.


Ia kerap menulis soal keberanian, soal bertahan, tapi kita taulah, hidup tak selalu berjalan sesuai narasi yang kita bangun sendiri. Pada akhirnya, semesta barangkali iba. Ia berhasil menyudahi segala kesialan; dengan menembak kepalanya sendiri. Dan, setelahnya, matahari tetap terbit. Matahari tetap terbit.

Comments