Kelak Kutemui Kau

Kau bukan lagi ombak yang menyentuh kakiku di tepian laut. Kelak, kan kutemui kau sebagai garam di dapur.
Kau tak lagi pohon tempat aku berteduh dari terik, kelak barangkali, kutemui kau sebagai almari di kamar.
Kelak bisa jadi, kutemui kau, sebagai sesuatu yang lain—yang telah asing.

Comments

Ratih Agil said…
Ciee siapa tuh ka :D hihihi sekarang Ika jadi anak galau :D
ladycuteh said…
awwwwwwwwww, sabar nak. kamu pasti bisa :)
sibukkan dirimu nak walaupun ga sbuk2 amat :P
Anonymous said…
blognya pakai template romantis, sampai kursornya kumis warna pink -_-

itu yang hitam2 apa yah yang di template? semut? kasihan muter-muter aja
duhhh ika si cwe galaupun akhirnya ngeluarin uneg2nya, super sekali. kegalauan yang penuh air mata, bener-bener gaull
Lindaap said…
cieee ika, ternyata cewek ceria kaya ika bisa galau ya, baru tau muahaha
Septi Ika said…
belagu nih si ayam
Muhamad iyan said…
Jangan sedih terus dong Ika, sini aku puk-puk make gergaji mesin..

Oiyah, kalau mau yang menye-menye dengan tulisanku jangan pernah coba untuk buka http://www.masmblo.tumblr.com

Baca Juga:

Seorang Kawan dari Medan